Sunday, February 12, 2012

Sebuah Sujud

Sujudku di malam ini..
Terasa berbeda.

Masalah itu menumpuk tepat di puncak.
Dan ketika aku bersujud, semuanya seperti menguap..
Melayang ke udara bersama partikel doaku

Perlahan..
Ku angkat kepala dari alasku bersujud
Butir air mata mulai mengalir
Seiring baris doa yang terucap dari hati

Mengapa rasa bersalah itu semakin besar, bersarang dalam lubuk hati yang tak terlihat
Menyesali apa yang terjadi, yang kian harinya bertambah parah

Allah tau. Tau apa yang sedang aku rasakan.
Dan Allah faham, aku sedang berada pada titik terjauh dari-Nya
Dia mencoba menyadarkan aku, tetapi gelapnya hatiku yang membutakan semuanya
Padam.

Jari jari ini mulai merapat, menutupi wajah yang tak pantas menghadap-Nya
Menunduk semakin dalam

Lelehan tangis itu hanyalah bisa mengalir, tidak mampu mengubah apa pun.

Sungguh, aku tak pernah menginginkan semua ini terjadi. Dan aku tak mau menyiksa diri dengan hanya memikirkan semua ini.
Tapi diri inilah yang tak bisa mengelaknya.
Fikir ini tak mampu menghapusnya, selalu menghantui di setiap saat.

Allahuakbar..
Engkau memang Yang Maha Memberi Anugrah
Buatlah aku mampu mengaturnya, mampu menjaga apa yang telah Engkau berikan kepadaku.
Amin ya Rabb.

No comments:

Post a Comment