Saturday, December 24, 2011

24

Terimakasih ya Allah buat hari ini, buat 24 Desember yang super-random.
Berangkat ke sekolah dengan senyum ceria, menanti kata-kata dan senyuman yang akan terjadi..
Memasuki kelas dan mendapat penyalahan dari teman-teman, karena sebuah informasi yang tak jelas.
Kemudian mendapatkan komentar manis akan sebuah putaran kenangan yang terangkai..

Menanti kedatangan seorang tersayang, yang menjanjikan akan datang..

"Turun sebentar ke lantai 2.."
Pesan singkat yang membuat aku khawatir, dan menjadi tidak terkonsentrasi menyelesaikan tugas, dan buru-buru menyudahkan menolong seorang sahabat.
Namun, aku tak menemukan sesosok bayangan pun.
Tiba-tiba kau ada. Dan terbingung.

Mulailah huru-hara berdatangan, dan aku memutuskan segera naik, untuk melanjutkan apa yang telah aku tinggalkan tadi. Karena aku pun, terlalu gugup.

Menunggu. Terus menunggu.



Memandang jauh ke bawah, melihat langkah itu bergerak menjauh meninggalkan aku. Hancur rasanya, entah sangat berbeda. Bahagia terpancar dari raut wajahmu, berjalan berdampingan dengannya. Aku, cuma bisa terdiam. Bukankah seharusnya aku turut bahagia?

Lama menanti. Semua telah usai.
"Ibu sibuk, banyak tamu. Ambil sendiri aja.."
Mengapa rasanya begitu menyedihkan? Setidaknya, aku tak perlu menangis..

Melihat satu titik. Yang tidak pernah saya harapkan. Tak kuat rasanya.
Lebih baik aku segera pulang.

Perjalanan. Semuanya terlanjur meleleh, tanpa aku perintah.
Tak bisa tertahan.

Segera aku tumpahkan semuanya dalam siang kelabu ini.
Semuanya bercampur aduk, menjadi satu berantakan.

Tak peduli bagaimana wajah ini kini terlihat. Memandang layar dengan penuh tangis.
Meratapi ketikan yang tercipta. Melihat bagaimana kau mengungkapkan perasaanmu yang kau rasakan.

You know?
I think, I start to falling.. But though something inside tells me I can't

No comments:

Post a Comment